Tidak Semua Yahudi Itu Pendukung Zionisme
ilustrasi : Ilustrasi [Antara Foto/Reuters/Ronen Zvulun]

Sering kita mendengar dan membaca slogan-slogan yang digemuruhkan oleh sejumlah kelompok Muslim dan parpol yang mengatasnamakan Islam bahwa Yahudi sama dengan Zionis. Pernyataan ini jelas tidak valid dan bernuansa propaganda. Bahwa sikap politik rezim Israel terhadap Palestina yang arogan harus dikritisi saya setuju. Bahwa watak Benjamin “Bibi” Netanyahu yang keras kepala sehingga perlu dikritik, saya juga setuju sekali.

Tetapi menganggap semua Yahudi itu pendukung gerakan Zionisme jelas tidak akurat. Menganggap semua orang Yahudi mendukung aneksasi atau pencaplokan atas Palestina juga salah kaprah. Banyak warga Yahudi (baik elit maupun massa), baik yang di Israel maupun di luar Israel, khususnya Amerika Serikat, yang menentang Zionisme dan melawan kekerasan rezim Israel terhadap Palestina.

Penduduk Israel sendiri bermacam-macam. Yahudi memang mayoritas sekitar 75 persen tetapi Yahudi sendiri bermacam-macam sikap dan aspirasi politiknya. Yahudi Heradi yang “ultra-ortodoks” termasuk yang paling gencar melawan tindakan kekerasan rezim politik Israel atas Palestina. Selain Yahudi, Islam menempati sekitar 18 persen, kemudian disusul Druze (2 persen), Kristen dan lainnya yang juga memiliki beragam sikap dan pendapat.

Oleh sebab itu, kampanye dan propaganda anti-Yahudi karena dianggap sebagai “anti-Palestina” dan dengan begitu “anti-Islam” sungguh bertentangan dengan fakta pluralitas dan kompleksitas Yahudi itu sendiri. Lebih konyol lagi jika menganggap umat Kristen bersekongkol dengan Yahudi untuk menindas warga Muslim Palestina karena baik Muslim maupun Kristen Palestina (khususnya dari Gereja Oriental, Gereja Ortodoks Timur dan Katolik yang menempati kawasan West Bank dan Jalur Gaza) sama-sama menjadi korban kebengisan tentara Israel (baik tentara Yahudi maupun Muslim).

Sikap sejumlah umat Islam itu sama konyolnya dengan sikap sejumlah kelompok Kristen yang lebih mendukung Isarel ketimbang membela Palestina hanya karena “suku-suku Israel” disebut-sebut dalam kitab suci mereka. Padahal suku-suku Israel zaman bahuela (Israelite) jelas berbeda dengan bangsa Israel modern.[SQ]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.