Setidaknya ada dua alasan mendasar kenapa kehadiran buku ini menjadi penting. Pertama, banyak masyarakat Indonesia yang tidak memahami seluk-beluk dunia pendidikan di Arab Saudi. Kebanyakan dari mereka menganggap pendidikan di Arab Saudi, khususnya pendidikan tinggi, hanya fokus di bidang studi ilmu-ilmu keislaman (atau, katakanlah, “Islam sentris”) seperti fiqih, ushul fiqih, ushuluddin, dlsb. Padahal, realitasnya pendidikan di Saudi justru didominasi oleh studi ilmu-ilmu sekuler. Kedua, buku ini membahas tema yang sangat penting, yaitu tentang persiapan dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, di Arab Saudi maupun Indonesia dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan munculnya “teknologi cerdas” seperti Artificial Intelligence, Machine Learning, Internet of Things (IoT), dlsb.

Artikel sebelumyaIndonesians and their Arab World: Guided Mobility among Labor Migrants and Mecca Pilgrims
Antropolog Budaya di King Fahd University, Direktur Nusantara Institute, Kontributor The Middle East Institute, Kolumnis Deutsche Welle, dan Senior Fellow di National University of Singapore.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.