Kenapa umat Islam di Indonesia hanya “ngeden” dengan Israel? Kenapa setiap kekerasan Israel-Palestina meletus (entah sudah berapa kali kekerasan terjadi antar keduanya sejak perang tahun 1948), umat Islam Indonesia selalu hiruk-pikuk membela Palestina (yang mereka imajinasikan sebagai kaum Muslim), ngumpulin sumbangan (entah siapa yang mengawasinya), dan mengutuk Israel (yang mereka imajinasikan sebagai kaum Yahudi) hingga melupakan berbagai masalah fundamental di negaranya sendiri?

Kenapa pula mereka tidak bersuara kalau ada kasus perang dan kekerasan atas umat yang yang dilakukan oleh umat Islam itu sendiri?

Jadi, betulkah mereka itu betul-betul “membela umat Islam” seperti yang selama ini mereka kampanyekan dan dengungkan saat membela Palestina?

Alasan yang sering dikemukakan saat mereka membela Palestina dan mengutuk Israel adalah, antara lain, Israel telah melakukan tindakan terorisme, kejahatan, dan kebiadaban dengan membunuh, mengebom, dan menembaki warga sipil tak berdosa dan tak bersenjata, termasuk anak-anak, orang tua, dan umat Islam yang sedang beribadah di masjid.

Pertanyaan sederhana: memang hanya Israel yang melakukan pembunuhan atas warga sipil dan pengeboman kompleks warga? Bukankah Hamas juga melakukan hal yang sama? Sudah berapa kali Hamas meluncurkan roket ke wilayah Israel yang juga memakan korban – kematian warga maupun kerusakan lingkungan? Lalu, kenapa Hamas tidak ikut-ikutan dikutuk dan dikritik?

Kalau Israel dikutuk karena telah melakukan kebiadaban terhadap anak-anak, orang tua, atau umat Islam yang sedang beribadah di masjid, bukankah para gerobolan bigot teroris-islamis di berbagai negara juga melakukan hal yang sama? Coba anda lihat, misalnya, apa yang telah dilakukan oleh kelompok Al-Qaedah dan Taliban di Afganistan?

Sudah tak terhitung berapa jumlah umat Islam – termasuk anak-anak dan orang tua – yang menjadi korban kebiadaban mereka. Mereka bahkan tak segan-segan meledakkan bom di masjid-masjid (baik masjid-masjid warga Syiah di Hazara maupun masjid Sunni di kawasan lain) dan sekolah-sekolah atau madrasah. Belum lama ini mereka mengebom sebuah madrasah khusus perempuan, Sayid al-Syuhada, di Kabul yang menewaskan dan melukai ratusan siswi. Mereka juga rutin mengebom jamaah yang sedang salat di masjid. Terakhir, saat Idul Fitri belum lama ini, mereka juga ngebom jamaah yang sedang salat Id.

Adakah umat Islam di Indonesia yang bersuara? Apakah mereka yang selama ini hobi mengklaim “membela umat Islam” juga bersuara lantang mengutuk Al-Qaeda dan Taliban? Apa yang terjadi jika pelaku pengeboman dan terorisme di Afganistan itu adalah Yahudi atau Israel?

Kelompok penjahat kemanusiaan seperti Al-Qaedah dan Taliban itu tidak sendirian. Ada berpuluh-puluh dan bahkan ratusan kelompok sejenis yang tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Saya mendokumentasikan tentang mereka di sebuah manuskrip bukuku (dalam Bahasa Inggris) yang mudah-mudahan bisa segera terbit.

Anda tentu saja sudah tahu apa yang dilakukan oleh gerombolan ISIS dan komplotannya sejak 2014: mengebom dan membunuh dan memperkosa warga sipil dengan sadisnya. Tak peduli umat Islam atau bukan, baik di Irak maupun kawasan lain. Di Arab Saudi, jaringan kelompok teroris ini telah mengebom beberapa masjid di Ahsa, Qatif, Dammam, Saihat, Najran dlsb yang melukai dan melenyapkan ratusan nyawa umat Islam yang sedang salat. Adakah umat Islam di Indonesia yang bersuara dan mengutuk mereka?

Di Yaman, kelompok milisi Ansar Allah (Houthis) sejak beberapa tahun terakhir telah memporakporandakan (dengan bom, roket, senapan) berbagai kota dan pemukiman warga di Marib dan daerah lain di Yaman utara serta membunuh ribuan warga sipil, termasuk perempuan, orang tua dan anak-anak. Juga tak terhitung berapa jumlah warga yang terkena dampak perang sipil di Yaman ini. Akibat perang sipil ini, PBB menyatakan Yaman sebagai salah satu negara terburuk dan terparah di dunia dalam hal tingkat kemiskinan, pengangguran, pendidikan, dlsb.

Adakah umat Islam di Indonesia yang membantu warga Yaman? Adakah dari mereka yang mengutuk Houthis? Adakah dari mereka yang mengumpulkan sumbangan untuk Yaman? Adakah orang-orang keturunan Yaman di Indonesia yang memperdulikan moyang dan tanah leluhur mereka?

Hal yang sama dilakukan oleh milisi Janjawid di Sudan yang selama bertahun-tahun dengan brutalnya melakukan kekerasan terhadap umat Islam di Darfur dan kawasan Sudan barat: membunuh dan menembaki warga, membakar area perkampungan, memperkosa kaum perempuan, menyandra anak-anak, dlsb. Adakah umat Islam di Indonesia yang mengutuk Janjawid? Adakah umat Islam Indonesia yang membela dan menolong mereka?

Anda bisa menambahkan sendiri daftar nama kelompok pejahat teroris di berbagai negara dengan pola kejahatan kemanusiaan yang kurang lebih sama: al-Shabab di Afrika Timur, Boko Haram di Afrika Barat, Tahrik Taliban di Pakistan, Jabhat Nusra di Suriah, dlsb.

Tentu saja, kejahatan kemanusiaan dimanapun harus dikutuk dan dikritik. Siapapun pelakunya. Apapun etnis dan agama mereka. Bahkan tak beragama sekalipun. Tak peduli itu terjadi di negara-negara Barat, Timur, Utara, atau Selatan. Demikian pula, korban kejahatan kemanusiaan itu harus dibela dan dibantu semampu kita. Siapapun korbannya. Apapun etnis dan agama mereka. Bahkan tak beragama sekalipun.

Tetapi jika anda hanya sibuk mengutuk Israel sementara tutup mata dengan para teroris dan penjahat kemanusiaan lain di muka bumi ini, maka anda sesungguhnya tak ada bedanya dengan sekawanan bangkong mendem.

Artikel sebelumyaNgobrol Bersama “Romo Vatikan”
Artikel berikutnyaIslam, Arab, dan Indonesian Kuliah Virtual Facebook Ke 8
Antropolog Budaya di King Fahd University, Direktur Nusantara Institute, Kontributor The Middle East Institute, Kolumnis Deutsche Welle, dan Senior Fellow di National University of Singapore.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.