Merayakan Natal di Saudi
kredit foto : saudinesia.com

Orang-rang di negara-negara lain pada “geger” liburan Natal dan Tahun baru, saya malah sibuk “wawancara virtual” non-stop dengan para kandidat profesor baru yang sudah kami seleksi berkas-berkas mereka. Saya bekerja di sebuah universitas riset milik kerajaan dan karena itu status saya adalah PNS (“Pegawai Negeri Saudi”). Jadi, ya gak liburlah kalau pas Natal begini.

Emang Amrik bok? Tapi ada juga sih yang sekolahnya libur saat Natal begini: yaitu sekolahan milik Amerika dan Inggris. Tahu kan kalian alasannya, kenapa mereka bisa libur?

Meskipun kampusku tidak libur, bukan berarti kolega-kolega kami yang Kristen tidak bisa liburan dan merayakan Natal. Mereka tetap dengan leluasa merayakan Natal di rumah-rumah, di kafe-kafe, di restoran-restoran, di mall-mall atau di negara-negara tetangga seperti Bahrain atau Uni Emirat Arab yang dekat sekali.

Kami juga mengucapkan selamat Natal kepada teman-teman kami yang Kristen. Memang ada juga sih kolega yang tidak mau mengucapkan Natal karena “haram” katanya, tapi ya gak apa-apa mereka tidak melarang kami yang mengucapkan apalagi sampai ngotot dan ngamuk-ngamuk seperti “banteng mabok”.

Maaf bergurau, ya. Jangan marah, entar ada yang tersinggung dan salah paham: “Ini profesor Saudi kok menyamakan umat Islam dengan banteng mabok sih?” Salah lagi, salah lagi deh…

Sebagian juga melarang memajang “aksesoris-aksesoris” Natal seperti Sinterklaas atau Santa Clause atau barang-barang yang, kata mereka, “beraroma Natal”. Biar saja mereka melarang wong tidak ada hubungannya antara “Sinterklaas” dan aneka “barang Natal” itu dengan khidmat perayaan Natal. Iya kan? [e]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.