Mestinya (atau “normalnya”) para “cheerleaders Arab” dan anti-Israel di Indonesia yang hobi demo mendukung Palestina itu jangan memusuhi Syiah. Sebab, rezim Iran-lah yang paling gencar melawan propaganda dan agresi Israel. Iran-lah yang menjadi backer Hizbullah, kelompok milisi Syiah di Lebanon yang menjadi tulang punggung dan “watchdog” masyarakat setempat (baik Syiah, Sunni, maupun Kristen Maronite) saat terjadi penyerbuan Israel.

Iran juga menjadi salah satu penyokong utama (militer dan finansial) kelompok milisi Sunni Hamas di Palestina yang anti-Israel. Jadi, kalau di Indonesia ada sejumlah ormas Islam yang begitu bergemuruh mendukung Hamas, pro-Palestina dan anti-Israel (seperti yang biasa dilakukan secara istiqamah oleh PKS, HTI, dan teman-temannya) sebetulnya sama saja dengan mendukung rezim Iran yang Syiah.

Sejak Perang Sipil di Suriah, pemimpin Hamas “ngambek” ke Iran karena jatah bantuannya dikurangi lantaran Iran fokus membela dan mendanai rezim Bashar Assad. Sementara itu, rezim Arab Teluk malah “berselingkuh” dengan Israel untuk menghadang laju invasi Iran yang juga berambisi ingin menjadi “satpam” di Timur Tengah. Dalilnya: musuh dari musuh saya adalah teman.

Lagi, saya ingatkan, kaum Muslim di Indonesia jangan mau dipecundangi oleh sejumlah pemimpin agama-politik yang pikun bin rabun yang ingin membawa-bawa pertikaian geo-politik di Timur Tengah ke dalam panggung politik-budaya Indonesia. [SQ]

Artikel sebelumyaDimensi Politik-Ekonomi Konflik Sunni-Syiah Di Timur Tengah
Artikel berikutnyaRelasi Sunni-Syiah di Saudi dan Iran
Antropolog Budaya di King Fahd University, Direktur Nusantara Institute, Kontributor The Middle East Institute, Kolumnis Deutsche Welle, dan Senior Fellow di National University of Singapore.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.